July 02, 2026 15:14 WIB
Semester pertama 2026
menutup babaknya dengan catatan yang berat bagi pasar modal Indonesia. IHSG
ditutup di level 5.643,19 pada 30 Juni 2026, mencatat penurunan year-to-date (YTD) sebesar -34,74%,
menjadikannya indeks teburuk ke-35 di seluruh dunia dan ke-13 di kawasan Asia
Pasifik. Juni 2026 sendiri diwarnai dinamika besar yang saling berinteraksi
yaitu kenaikan agresif suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 100 bps dalam
sebulan menjadi 5,75% guna meredam gejolak rupiah; serta data makro yang
memburuk secara bersamaan. Defisit neraca dagang pertama dalam 72 bulan,
inflasi naik ke 3,34% (Juni), dan PMI Manufaktur kembali ke zona kontraksi
(46,9). Selain itu tekanan dari eksternal berupa lonjakan harga minyak akibat
konflik Timur Tengah berlanjut read more
|
June 03, 2026 13:48 WIB
Bulan Mei kemarin
menjadi salah satu fase berpengaruh bagi perekonomian Indonesia dalam beberapa
bulan terakhir. Meskipun ekonomi mencatat pertumbuhan yang jauh lebih kuat dari
perkiraan, Rupiah tercatat terus melemah. Bank Indonesia (BI) juga akhirnya
menaikkan suku bunga, surplus perdagangan menyusut drastis, dan pemerintah
meluncurkan kebijakan besar untuk memusatkan ekspor komoditas melalui
Danantara. Kombinasi perkembangan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah
satu fokus utama perhatian investor regional dan global.Read more... read more
|
May 05, 2026 13:55 WIB
Pada April 2026,
perekonomian Indonesia menghadapi tekanan eksternal yang cukup besar akibat
konflik di Timur Tengah, penguatan dolar AS, dan meningkatnya ketidakpastian
global. Meskipun kondisi tersebut menekan nilai tukar rupiah, pasar modal, dan
kinerja perdagangan, fundamental ekonomi domestik tetap relatif terjaga.
Inflasi menunjukkan tren penurunan dan kembali berada dalam sasaran Bank
Indonesia (BI), sementara surplus perdagangan masih tercatat positif. Di tengah
tantangan tersebut, BI mempertahankan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas
ekonomi dan keuangan nasional.Read more... read more
|
December 04, 2023 09:37 WIB
Di Amerika Serikat (AS), Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell
mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral akan bertindak
"hati-hati" dalam menentukan suku bunga karena risiko
"pengetatan yang kurang dan terlalu ketat menjadi seimbang." Adapun beberapa survei menunjukkan bahwa pelaku pasar terus mewaspadai aktivitas manufaktur global, yang
tetap lemah selama bulan ini karena permintaan yang buruk. Meski demikian pernyataan Jerome Powell, yang memberi sinyal bahwa suku
bunga telah mencapai puncaknya merupakan sinyal baik di akhir tahun 2023. Pasar
keuangan Indonesia juga diharap ikut berada di dalam momentum positif menyambut
bulan terakhir perdagangan tahun ini.Read more... read more
|
July 24, 2023 09:27 WIB
Di tengah kondisi lingkungan geopolitik yang kompleks dan momen pemulihan pasca Covid-19, China berada di kondisi
ekonomi yang kurang baik. Serangkaian data indikator ekonomi China belum terdapat
perbaikan yang signifikan. Adapun minggu ini para pelaku pasar masih akan
was-was terhadap pengumuman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal
Reserve (The Fed).Read more... read more
|
July 03, 2023 09:17 WIB
Libur panjang Hari Raya Idul Adha membuat
perdagangan pasar saham RI hanya berlangsung selama dua hari yakni Senin dan
Selasa pekan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhirnya tercatat
menguat tipis pada dua hari perdagangan tersebut. Sementara rupiah kembali
tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melewati level psikologis
Rp 15.000/US$. Adapun yield Surat Berharga Negara (SBN) juga menunjukkan
peningkatan selama sepekan.
Setelah kinerja pasar keuangan dalam negeri
sepanjang semester I tercatat beragam karena ketidakpastian ekonomi global,
pelaku pasar berharap kinerja di semester II
dapat lebih baik karena secara fundamental, perekonomian Indonesia masih
memiliki daya tarik yang cukup signifikan.Read more... read more
|
June 26, 2023 09:21 WIB
Pasar keuangan Indonesia pekan kemarin ditutup
melemah, setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan untuk kembali menahan suku
bunga acuannya. Pada perdagangan terakhir kemarin Jumat (23/6/2023), Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah dan Surat Berharga Negara (SBN) ditutup
bervariasi cenderung melemah. Pelaku pasar nampaknya kecewa setelah bank
sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menegaskan kebijakan hawkish-nya tahun ini. Ketua The Fed, Jerome
Powell, juga telah menegaskan kemungkinan adanya peningkatan suku bunga untuk
menurunkan inflasi lebih lanjut. Adapun dengan diumumkannya libur panjang Idul
Adha di pekan ini membuat perdagangan pekan kemarin terlihat banyak terjadi
aksi profit taking.Read more... read more
|
May 22, 2023 09:23 WIB
Pekan kemarin pelaku pasar masih dihantui
sentimen negatif global dari Amerika Serikat (AS) yang kembali diramalkan akan
memasuki resesi tahun ini karena ketakutan terjadinya gagal bayar (default) utang AS. Permasalahan plafon
utang AS yang perlu dinaikkan untuk menghindari default menjadi sentimen utama yang
diperhatikan para pelaku pasar sepanjang pekan lalu. Sentimen tersebut juga
sepertinya membuat kinerja pasar keuangan Indonesia pekan kemarin ditutup kompak
melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kembali
mencatatkan pelemahanya sepekan kemarin. Dari pasar obligasi Surat Berharga
Negara (SBN) juga ikut melemah, terlihat dari imba hasil (yield) yang tercatat naik sepanjang pekan kemarin.Read more... read more
|
April 17, 2023 09:19 WIB
Pekan kemarin pasar merespon data inflasi
Amerika Serikat (AS) yang kembali mencatatkan penurunan pada bulan Maret 2023
memberikan efek positif pada pasar keuangan global termasuk Indonesia. Pasar
keuangan Indonesia pekan kemarin kompak tercatat menguat. Menjelang libur
lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah
mencatatkan penguatannya dan di pasar obligasi, Surat Berharga Negara (SBN)
juga ikut menguat, terlihat dari imba hasil (yield) yang tercatat menurun sepanjang pekan kemarin.Read more... read more
|
April 10, 2023 09:09 WIB
Pasar keuangan Indonesia pekan kemarin
cenderung bergerak beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan kemarin menghentikan
penguatan dua pekan beruntunnya. Sedangkan kinerja pasar obligasi masih
berlanjut menguat, terlihat dari imba hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang menurun sepekan kemarin. Rupiah
juga melanjutkan kinerja impresifnya melawan dolar Amerika Serikat (AS) yang
cenderung melemah pekan kemarin.
Pekan kemarin pelaku pasar merespon laporan
Inflasi Maret 2023 dan menanti rilis data tenaga kerja AS versi pemerintah yang
dirilis Jumat kemarin. Data tersebut merupakan salah satu acuan bank sentral AS
(The Fed) dalam menetapkan kebijakan moneternya. Data yang dirilis Jumat
kemarin menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih kuat. Read more... read more
|
|